Life Skill Education

By asifa

Life Skill Education ( Pendidikan Kecakapan hidup/PKN ) bukan mata pelajaran baru, sehingga dengan PKN kurikulum tidak harus diubah atau ditambah mata pelajarannya. Yang diperlukan adalah reorientasi pendidikan dari subyek materi oriented menjadi Life Skill Oriented. Dengan prinsip ini, maka pelajaran dipahami sebagai alat dan bukan sebagai tujuan. Maka pelajaran adalah “Alat” untuk mengembangkan kecakapan hidup yang nantinya digunakan peserta didik menghadapi kehidupan nyata.


Penerapan suatu konsep pendidikan tentu terkait dengan kondisi peserta didik dan lingkungannya. Masyarakat Indonesia dewasa ini berubah sangat cepat. Perubahan social ini menurut pandangan-pandangan baru dalam pendidikan, dimana pendidikan tidak dapat dilepaskan dari perubahan social dan institusi (lembaga) pendidikan itu sendiri merupakan bagian yang terintegrasi dengan perubahan social.
Sebagaimana prinsip pendidikan, aplikasi kurikulum atau konsep pendidikan harus mempertimbangkan subtitusi yang dipelajari, karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah serta lingkungan yang bersangkutan. Oleh karena itu, aplikasi PKN berbagai jenjang dan jenis pendidikan tidak dapat dilakukan secara seragam. Bertolak dari pemikiran tersebut dan mengingat PKN merupakan konsep yang relative baru (walaupun sebenarnya merupakan penajaman konsep yang sudah ada sebelumnya), diperlukan panduan bagi sekolah untuk melaksanakannya. Pengalaman menunjukkan bahwa inovasi pendidikan memerlukan panduan bagi lembaga pendidikan agar dapat menerjemahkan konsep inovasi secara baik, kemudian menerapkan sesuai dengan konsep yang sudah ada.

Leave a Reply