Islam diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan wahyu Alqur’an sebagai kitab sucinya yang berisi 5% Aqidah dan Syariat sedangkan 95% berisi Taqofat, Adloro dan Tamaddun.(Data dari buku Prof. DR. Said Agil Siradl)
5% Aqidah (Keimanan, Ilahiyah, Syam’iyah, Nuhbuat) dan Syariat (Kewajiban Sholat 5 Waktu, Puasa Romadlon, Haji, Zakat, 13 macam yang diharamkan dimakan, beberapa perempuan yang tidak boleh dinikah, cara wudlu).
95% berisi Taqofat (Ilmu Pengetahuan), Adloro (Peradaban) dan Tamaddun (Budaya).
Aqidah dan Keimanan sejak 14 abad yang lalu hingga sekarang masih utuh, orisinil, autentik, tidak tambah tidak kurang. Rukun Iman 6, Rukun Islam 5. Karena ini merupakan ta’lim syamawi (doktrin dari langit) yang dijaga oleh Allah swt. Jadi kita jadi umat islam adalah umat yang paling orsinil aqidahnya, paling autentik syariatnya beda dengan Kristen, Yahudi apalagi Budha, Hindu, konghucu yang syariatnya sudah berubah. Sebenarnya, seharusnya, seyogyanya umat Islam itu maju karena syariatnya masih asli kitab suci Alquran masi orosinil.
Tetapi kenapa orang islam mundur dan kedodoran ?. Kemunduran dan kedodoran umat islam karena Taqofat (Ilmu Pengetahuan), Adloro (Peradaban) dan Tamaddun (Budaya) yang tertinggal sehingga dibandingkan dengan kaum Kristen, Yahudi, Budha, Hindu dan Konghucu yang mempunyai syariat yang tidak lagi orsinil kita jauh tertinggal baik di ilmu pengetahuan, sumber daya manusia, kepribadian maupun peradaban.
Jadi kemunduran kita bukan karena aqidah dan syariat islam yang mundur melainkan karena Taqofat, Adloro dan Tamaddun yang mundur begitu pula sebaliknya kemujuan bangsa Amerika dan Eropa bukan karena Kristen, Bibble, Al Kitab, perjanjian lama dan barunya tetapi karena manusianya yang maju dalam Taqofat, Adloro dan Tamaddun.
Kemajuan dapat kita raih jika kita mencoba, berupaya dan bereksperimen, jika hal ini tidak kita lakukan maka Allah akan cepat menurunkan siksaNya. Siksa allah banyak macamnya tsunami, lumpur lapindo, flu burung, banjir, dan lain-lain. Dari begitu banyak bencana tersebut, bencana yang paling besar adalah keberadaan kita umat Islam menjadi umat pinggiran, miskin-miskin, banyak penyakit dan lemah.
Kita harus menuntut ilmu sesuai dengan tuntutan zaman, baik zaman sekarang maupun menjawab tantangan di zaman mendatang. Cara dakwah yang kita lakukan harus dengan cara dan metode yang actual, kontekstual dan sesuai dengan tuntutan zaman sekarang, kita boleh menggunakan kitab kuna semacam Fathul Wahab, Fathul Muin tapi kurikulum, sarana dan prasarana yang digunakan harusnya berkembang mengiringi zaman yang juga berkembang.
Kewajiban lainnya adalah bahwa ilmu pengetahuan tersebut hendaknya bukan hanya untuk kehidupan pribadi tetapi mampu disampaikan kemasyarakat untuk kemajuan umat.
Visi agama islam adalah terwujudnya umat yang modern (wasaqon), umat yang tidak mengenal ekstrim dan liberal, tidak radikal dan tidak ngawur. Organisasi umat boleh bermacam-macam, NU, Muhammadiyah, Persis, PKS, Hizbut Tahrir, Laskar Jihad, Majlis Mujahidin yang terpenting semua organisasi tersebut harus yang wasaqon.
Misi agama islam adalah menjadikan umat Islam menjadi pelaku pada perkembangan peradaban manusia, penguasaan ilmu pengetahuan yang tinggi dan tidak menjadi masyarakat pinggiran.
Para kyai2 zaman dahulu adalah suhadak. KH Wahab Hasbullah adalah inspirator yang kaya ide. Datang dari Mekkah pada tahun 1914 Beliau keliling ke pesantren-pesantren di Indonesia atas perintah Hadratus syeh KH Hasyim Asyari karena melihat kebudayaan pada saat itu jauh dari peradaban islam, kejawen, aliran kepercayaan. Mengajak bangkit para pengasuh pondok pesantren menjadi suhadak lin naas tidak hanya mengajar di pondok saja tetapi KH Wahab Hasbullah mengajak untuk merubah peradaban masyarakat menuju peradaban yang islami kepada seluruh lapisan masyarakat. Basic Intelektual dibangun oleh KH Wahab Hasbullah. Beliau mendirikan Nahdlotul Hujjah setelah pernah bergabung dengan organisasi Muhammadiyah. Bukan karena Muhammadiyah jelek tetapi konsep pemikiran KH Wahab Hasbullah dengan muhammadiyah tidak selaras dan tidak cocok sehingga tidak pernah ketemu antara pemikiran-pemikiran beliau dengan Muhammdiyah.
Akhirnya pada tahun 1926 terbentuklah Nahdlotul Ulama. Keinginan NU bukan hanya menjadi wahana penggemblengan syariah dan aqidah tetapi lebih dari itu mewujudkan pesantren yang Mutaqqof, Mutahadldlir dan Mutamaddin agar berbudaya, berperadaban, aktif membangun, ikut membangun masyarakat, membangun infrastruktur sosial, dan menyiapkan kelompok-kelompok sosial bersama organisasi Syarikat Islam, Muhammdiyah dan organisai yang lain.
Tidak ada proklamasi 17 agustus 1945 jika tidak ada Sumpah Pemuda, dan tidak ada Sumpah Pemuda jika tidak ada infrastruktur masyarakat yang dimotori ormas NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam dan ormas lain saat itu. Dengan demikian Indonesia bukan milik PKB, PDIP, Golkar, Demokrat saja tetapi Indonesia adalah milik kita semua.
Untuk itu kami mengajak khususnya diri kami pribadi untuk menjadi insan yang mempunyai pemikiran Amerika, Jerman perilaku Jepang, China namun berhati Mekkatul Mukarromah. Amin.